epwisata

Seputar Dunia wisata, Hotel, Seni dan Budaya Indonesia

Stasiun kereta Yogya – Solo, wisata Sejarah peninggalan jaman Belanda

Posted by epwisata on July 11, 2009

Masih ingatkah rekan rekan dengan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia? Yah, sejarah mengatakan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 3,5 Abad. Tentunya banyak sekali peninggalan pemerintah kolonial Belanda, salah satunya adalah Kereta Api yogyakarta – Solo.

Apabila kita naik kereta dari Stasiun Tugu kita menuju Stasiun Solo Balapan, maka kita akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Bagaimana? Anda mau ikut?

Duduk di gerbong kereta mengingatkan aku akan film perjuangan. Tak lama aku duduk, kereta meninggalkan Stasiun Tugu, kemudian tak lama masuk stasiun Lempuyangan. stasiun peninggalan Belanda ini diresmikan 2 Maret 1872 dan menjadi awal keberadaan Kereta Api di Jogjakarta. tempata ini lebih tua dibanding Stasiun Tugu sekitar 14 tahun.

Salah satu kereta api jurusan yogyakarta Solo Balapan adalah Prameks ( prambanan expres ). Kereta ini beroperasi dari Stasiun Wates, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, solo balapan dan Jebres. Tentunya keberadaan keretanya pun tidak langsung sehebat seperti saat ini, dari kereta yang sangat kuno kemudian berkembang menjadi modern.

stasiun tugu yogyakarta sore hari

Rekan sekalian, perjalanan dari yogyakarta ke Solo Balapan menawarkan banyak sekali pemandangan, dari jalan yang berkelok kelok hingga pegunungan yang hijau dan hamparan padi menyambut kita disepanjang perjalanan. Memang tidak salah kalau rencana PT KA dan PT Taman Wisata Candi untuk membuat jalur wisata segera di gulirkan.

Sepanjang perjalanan, kita akan mampir di beberapa stasiun kuno dan modern. Kita juga dapat menikmati pegunungan, sawah, kebun tembakau dan lain sebagainya. ’srowot’ anda kenal dengan kata tersebut? Itu adalah jenis tembakau terkenal yang dapat kita lihat di perjalan kereta wisata ini.

Tak terasa kereta sudah masuk ke Stasiun Solo Balapan, stasiun tua yang dibangun oleh gubernur belanda pada tahun 1873. Mungkin untuk menambah indahnya perjalanan perlu adanya pemandu wisata yang bisa menceritakan kepada wisatawan tentang lokasi yang dilewati. Kereta sudah berhenti, aku turun dari kereta dan disambut suasana khas dari Stasiun. ( Epwisata ).

One Response to “Stasiun kereta Yogya – Solo, wisata Sejarah peninggalan jaman Belanda”

  1. bambang said

    Semoga benar2 crita sejarah sepanjang perkeretaapian,stasiun maupun tempat yg dilalui kereta benar2 diangkat tidak hny jual pemandangan dan rasanya naik kereta lawas.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>