Tamansari wisata kraton Yogyakarta

Kompleks Taman Sari sudah tidak lagi berfungsi sejak paruh kedua abad XIX dan semakin merana sejak terjadi gempa bumi besar pada tahun 1867 di Yogyakarta yang turut menghancurkan beberapa bangunan dan mengeringkan kolam-kolam serta danau buatannya. Seiring dengan berjalannya waktu, orang-orang mulai berdatangan dan mendirikan pemukiman di gedung-gedung yang telah kosong dan area bekas danau yang telah mengering. Selama lebih dari satu abad, kompleks bangunan tua ini dibiarkan terkikis oleh erosi akibat pengaruh alam. Pada tahun 1970 muncul rencana untuk membuka Taman Sari sebagai objek wisata. Pada saat itu ada lima bangunan yang direstorasi, sedangkan bangunan-bangunan lainnya masih tetap dalam kondisinya yang bermasalah.Dinding beberapa bangunan di kompleks Taman Sari saat ini muncul dalam penampilan yang berbeda dari beberapa tahun yang lalu, lebih bersih dan berwarna krem. Ada apa gerangan? Ternyata hal ini terjadi setelah dilakukan pemakaian plester dan pengacian dengan campuran tertentu yang diterapkan pada dinding bangunan-bangunan di Taman Sari. Campuran itu bernama bligon. Pemakaian bligon ini didasarkan pada konsep mengembalikan Taman Sari ke wujud aslinya. Setelah dilakukan identifikasi dalam studi pendahuluan, disimpulkan bahwa materi asli bangunan-bangunan di kompleks Taman Sari adalah bligon. Bligon ini merupakan materi traditional coating yang terdiri dari campuran pasir, kapur, dan semen merah. Masalah keaslian bentuk juga menjadi pertimbangan dalam proyek ini, terbukti dengan dibongkarnya beberapa cukit/konsol/tritisan yang menempel di beberapa bangunan. Menurut Dyah Arnawati, berdasarkan hasil penelitian pendahuluan dan ekskavasi, ada beberapa cukit yang dinilai sebagai cukit baru hasil renovasi tahun 1970-an. Cukit yang asli memiliki lubang-lubang bekas konstruksi kayu asli yang dulu pernah dipakai, sedangkan cukit tambahan baru menggunakan konstruksi penulangan. Namun, beberapa tambahan baru pun tak pelak muncul dalam tahap sekarang, seperti pemasangan pathwalk berupa susunan batu candi, pemasangan pintu-pintu kayu baru di Gedong Temanten dan Gedong Pangunjukan yang digunakan sebagai ruang tiket dan informasi wisata Taman Sari, serta pemasangan atap fiber yang begitu masif dan permanen di Sumur Gumuling.Nuansa baru, bersih, dan bercahaya muncul menggantikan nuansa kuno, kumuh, dan suram.

Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Sebenarnya selain Taman Sari, Kesultanan Yogyakata memiliki beberapa pesanggrahan seperti Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan Ambarukmo. Kesemuanya berfungsi sebagai tempat tetirah dan bersemadi Sultan beserta keluarga. Disamping komponen-komponen yang menunjukkan sebagai tempat peristirahatan, pesanggrahan-pesanggrahan tersebut selalu memiliki komponen pertahanan. Begitu juga hanya dengan Tamansari.

Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M. Tamansari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar (apabila kanal air terbuka).

Bagian – bagian Tamansari:

1. Bagian Sakral
Bagian sakral Tamansari ditunjukkan dengan sebuah bangunan yang agak menyendiri. Ruangan ini terdiri dari sebuah bangunan berfungsi sebagai tempat pertapaan Sultan dan keluarganya.
2. Bagian Kolam Pemandian
Bagian ini merupakan bagian yang digunakan untuk Sultan dan keluarganya bersenang-senang. Bagian ini terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan dengan bangunan bertingkat. Air kolam keluar dari pancuran berbentuk binatang yang khas. Bangunan kolam ini sangat unik dengan pot-pot besar didalamnya.
3. Bagian Pulau Kenanga
Bagian ini terdiri dari beberapa bangunan yaitu Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti, Sumur Gemuling, dan lorong-lorong bawah tanah.

Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti adalah sebuah bangunan tinggi yang berfungsi sebagai tempat beristirahat, sekaligus sebagai tempat pengintaian. Bangunan inilah satu-satunya yang akan kelihatan apabila kanal air terbuka dan air mengenangi kawasan Pulau Kenanga ini. Disebutkan bahwa jika dilihat dari atas, bangunan seolah-olah sebuah bunga teratai di tengah kolam sangat besar.

Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan melingkar yang berbentuk seperti sebuah sumur didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon dahulu difungsikan sebagai tempat sholat.

Sementara itu lorong-lorong yang ada di kawasan ini dahulu konon berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Tamansari dengan Kraton Yogyakarta. Bahkan ada legenda yang menyebutkan bahwa lorong ini tembus ke pantai selatan dan merupakan jalan bagi Sultan Yogyakarta untuk bertemu dengan Nyai Roro Kidul yang konon menjadi istri bagi raja-raja Kasultanan Yogayakarta. Bagian ini memang merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau perlindungan bagi keluarga Sultan apabila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.

Tamansari merupakan sebuah tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kraton Yogyakarta yang merupakan obyek wisata utama kota ini, Tamansari memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan Tamansari antara lain terletak pada bangunannya sendiri yang relatif utuh dan terawat serta lingkungannya yang sangat mendukung keberadaannya sebagai obyek wisata.

Di lingkungan Tamansari ini dapat dijumpai masjid Saka Tunggal yang memiliki satu buah tiang. Meskipun masjid ini dibangun pada abad XX, namun keunikannya tetap dapat menjadi aset dikompleks ini. Disamping itu, kawasan Tamansari dengan kampung tamam-nya ini sangat terkenal dengan kerajinan batiknya. Kita dapat berbelanja maupun melihat secara langsung pembuatan batik-batik yang berupa lukisan maupun konveksi. Kampung Tamansari ini sangat dikenal sehingga banyak mendapat kunjungan baik dari wisatawan mancanegara maupun wisata nusantara. Tidak jauh dari Tamansari, dapat dijumpai Pasar ngasem yang merupakan pasar tradisional dan pasar burung terbesar di Yogyakarta. Beberapa daya tarik pendukung inilah yang membuat Tamansari menjadi salah satu tujuan wisata Yogyakarta Kraton Yogyakarta.
Tamansari tempat istirahat raja Jogja dan keluarga
tamansari yang elokkolam tamansari

Objek utama dari Tamansari ini adalah kolam air yang dikelilingi benteng setinggi 6 meter seiring fungsinya pada masa pembangunanya yaitu sebagai kolam pemandian para istri- istri Sri Sultan Hamengkubutamansari water castle cerita petualanganwono I. Konon pada masa itu Tamansari digunakan Sultan untuk melihat para istrinyanya ketika sedang mandi. Untuk itu disana ada tempat seperti menara yang dibuat tinggi sebagai tempat untuk mengamati para istrinya yang sedang mandi tersebut.

Jembatan barelang Jembatan raksasa nan indah di Batam

Jembatan Barelang adalah jembatan raksasa yang indah di Batam, indonesia. jembatan ini menghubungkan pulau pulau kecil disekitar pulau batam. Jembatan Barelang menjadi tempat yang paling populer di pulau Batam, belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Batam tanpa mampir di tempat ini, jembatan barelang seakan akan menjadi maskotnya Kota Batam.

jembatan barelang batam dari atas

Jembatan Barelang 1 (satu) adalah jembatan yang terpanjang dan terindah diantara jembatan jembatan Barelang yang lain, bentuknya yang indah, dengan tiang tiang penyangganya yang tampak unick juga pemandangan diatas laut menjadikan tempat ini sangat menakjubkan. Sehingga tempat ini ramai dikunjungi para wisatawan. Para wisatawan bisa dengan leluasa jalan jalan ditrotoar jembatan, yang memang disediakan khusus bagi pejalan kaki.

Masjid Agung Demak Menengok masjid peninggalan para wali

Masjid Agung Demak adalah masjid yang dibangun oleh para wali songo pada masa kerajaan islam Demak. Masjid yang berada di Demak, jawa tengah. Indonesia ini memiliki nilai sejarah bagi perkembangan umat islam di pulau jawa.Masjid ini memiliki cirikhas yang sangat unik, dengan hiasan ukiran ukiran khas kota Demak.Dan salah satu tiang penyangganya yang dibuat dari pecahan pecahan kayu jati, anehnya tiang ini bisa menjadi kuat menahan beban atap masjid ini.

masjid agung demak nan artistik

Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga menjadi tujuan wisata religius yang sangat ramai dikunjungi para peziarah yang ingin melihat sejarah peninggalan para wali songo. Jika anda tertarik untuk berkunjung, akses menuju masjid agung kota demakĀ  sangat mudah, karena letaknya berada di kota Demak.